Cari Blog Ini

Arsip Blog

Kisah Sanim, Tak Tamat SD, Jadi Tukang Becak, Kini Punya Dua Pabrik

By On Mei 29, 2017 with No comments


Sukses tidaknya seseorang memang kadang tidak dipengaruhi seberapa tinggi jenjang pendidikan atau jabatan. Realitanya, banyak orang yang sukses di dunia tanpa memiliki gelar ataupun status sosial yang tinggi. Misalnya saja Bill Gates yang pernah di-DO sekolahnya  atau Bob Sadino yang pernah menjadi pedagang kaki lima. Kesuksesan lebih ditekankan pada kemauan keras seseorang untuk mengubah nasib


Begitu pula yang terjadi pada tukang becak di Cirebon ini. Lantaran ingin mengubah nasib dan membahagiakan keluarga, dia mencoba berbagai cara agar menjadi kaya dan sukses. Alhasil kini dengan usahanya itu, dia memiliki laba ratusan juta dan puluhan mobil pribadi. Bagaimana kisah suksesnya? Simak ulasan berikut dari bombastis.com.


Bahkan hampir tak tamat SD dan hanya seorang becak


Sanim, sama dengan para tukang becak lainnya, setiap pagi dia mencari nafkah dengan mangkal di sekitar area pabrik gula Cirebon. Sanim bukanlah orang yang berpendidikan, dia hanya sekolah sampai SD saja, itupun cuma tidak selesai kelas 4. Akhirnya setelah bingung mau bekerja apa, Sanim memilih untuk bekerja sebagai tukang becak hingga dua tahun.

Ilustrasi Foto: Peter Loud

Setiap pagi hingga sore pria ini, Sayangnya kadang penghasilan dari membecak ini seringnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja, sehingga Sanim mesti memutar otak untuk mendapatkan tambahan uang. Bahkan tidak jarang jika Sanim harus berhutang pada tetangga dan keluarga karena hasil yang didapatkan sangat sedikit.


Bekerja menjadi buruh pabrik garam


Bersama teman-teman tukang becaknya, Sanim mendaftar sebagai buruh sebuah pabrik yang waktu itu melakukan lowongan besar-besaran. Meskipun tanpa pengalaman dan pengetahuan, dia berharap bisa lebih meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan menjadi pegawai pabrik. Meskpun nantinya mungkin dia hanya bisa menjadi kuli angkut pabrik.

Bekerja di pabrik garam

Tapi bagi Sanim itu lumayan ketimbang harus membecak karena sekarang sudah sangat jarang ada penumpangnya. Ternyata benarlah apa yang dipikirkan Sanim, lambat laun keuangan keluarganya mulai membaik ketimbang saat membecak dulu. Namun sayang dia tidak melanjutkan lama bekerja di sana karena lebih memilih membuka usaha sendiri.


Membuka usaha garam dan sering ditolak pinjaman


Setelah dua bulan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik garam, Sanim memutuskan untuk keluar. Sangat singkat memang, tapi keputusan yang Sanim ambil ini memang berdasarkan alasan yang kuat. Dia sadar potensi bisnis garam ini bisa lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar tersebut lah pria itu memutuskan untuk membuka garam sendiri. Bersama istrinya dia mendirikan produksi garam di sekitar areal rumah, lambat laun usahnya semakin berkembang saja.

Sering ditolak pinjaman

Namun Sanim sempat terkendala masalah modal yang entah tidak tahu harus cari di mana. Akhirnya dia memutuskan untuk meminjam di bank, tapi yang ada malah ditolak karena keadaan tempat produksinya yang masih bilik dinilai tidak akan profit. Beruntung masih ada bank yang mau meminjamkan uangnya sehingga usahanya masih bisa maju.


Keuntungan 400 juta per bulan dengan dua pabrik


Siapa sangka ternyata usaha keras mantan tukang becak itu membuahkan hasil yang luar biasa. Konon laba dari pabrik garam Sanim bisa sampai 400 juta perbulan, belum lagi kalau sedang naik harga, bisa sampai nominal setengah milyar lebih.

Pak Sanim

Sanim sudah memiliki 2 pabrik besar sebagai tempat industri garamnya, dalam satu hari ada lebih dari 6 truk besar yang siap mengangkut garam milik Sanim. Sudah ratusan orang bekerja padanya, selain itu dia juga memiliki 10 mobil berkat hasil dari produksi garam buatannya.

Kisah Sanim ini seharusnya memberikan motivasi pada diri kita. Seorang tukang becak ternyata juga memiliki kesempatan sukses sama dengan para sarjana. Semua tergantung kemampuan keras pada diri sendiri, apakah mau seperti ini saja atau menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tentunya tak lupa juga sertai dengan doa. Selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Karena sepandai apapun kita berusaha, hanya Allah yang memberikan rezeki.
 Ruben Onsu Blak-blakan Soal Kondisi Keuangan Jupe, Isi ATM Cuma Rp 37 Ribu

By On April 16, 2017 with No comments

Ruben Onsu Blak-blakan Soal Kondisi Keuangan Jupe, Isi ATM Cuma Rp 37 Ribu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, - Kondisi kesehatan artis Julia Perez alias Jupe (36) dikabarkan kian memburuk.
Kanker serviks atau kanker leher rahim dideritanya masuk stadium empat.
Tim medis dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, rumah sakit terbesar dan terbaik di Indonesia telah melakukan berbagai tindakan medis terhadap pemilik nama lahir Julia Rahmawati tersebut, namun belum sepenuhnya berhasil.
Rencananya, demi kesehatannya, Jupe bakal dibawa ke luar negeri untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Namun, sejauh ini belum diketahui negara tujuan.
Apakah ke Singapura yang pernah menjadi negara tujuan Jupe sebelumnya untuk berobat atau ke negara lain.
Kendati Jupe merencanakan, tapi biaya perawatan di Indonesia saja telah menghabiskan banyak biaya atau menguras isi tabungan.
Julia Perez dan Ruben
Ruben dan Jupe
Mengahadapi masalah biaya, Jupe sepertinya masih beruntung sebab memiliki sahabat-sahabat yang selalu setia menemaninya.
Para sahabat Jupe akan mengadakan penggalangan dana (fundraising).
Penggalangan dana ini bertajuk Peduli Sahabat Jupe.
Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu (16/4/2017).
Menanggapi acara penggalangan dana ini, Jupe pun berkomentar.
Komentar Jupe membuat banyak orang terenyuh.
Tidak hanya untuk dirinya, Jupe berharap para pasien kanker lain juga bisa dibantu oleh sebagian dari hasil penggalangan dana ini.
Hal ini juga dibenarkan oleh Nia Anggia, sang adik.
"Kak Jupe bilang bahwa hasil nanti akan dibagikan ke penderita kanker yang lainnya," ucap Nia Anggia di Warunkomando, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (13/4/2017), sebagaimana dikutip dari Grid.ID.
"Jadi mulia banget Jupe saat kita di sini mengumpulkan dana untuk Jupe tapi ia malah ingin membagikan sebagiannya ke yang menderita juga," ujar presenter sekaligus anggota DPR RI Eko Patrio yang terlibat dalam fundraising.
Saat ini, Jupe menggunakan bantuan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan untuk menutupi sebagian biaya perawatannya.
Tentu BPJS tidak bisa banyak menutup semuanya.
Apalagi untuk penyakit mematikan seperti kanker serviks.
Lalu, berapa sih sebenarnya biaya perawatan telah dihabiskan Jupe?
"Kalau ditanya biayanya berapa? Puluhan miliar. Jupe dah ngeluarin miliar. Udah abis-abisan Jupe," kata Eko.
Melalui acara fundraising ini, segala biaya perawatan dan pengobatan Jupe diharapkan mampu tertutupi.
Bangkrut dan Makanan Diirit
Penyakit diderita Jupe menguras banyak hartanya yang telah dikumpulkan selama menekuni karier pada dunia hiburan.
Pada Oktober 2016, dua bulan sebelum masuk rumah sakit, Jupe dikabarkan sedang jatuh bangkrut.
Pemicunya, dia harus menguras harta bendanya demi membiayai pengobatan penyakit kanker serviks diidapnya sejak dua atau tiga tahun terakhir.
Jupe, sapaannya, setidaknya harus bolak-balik luar negeri untuk menjalani operasi pengangkatan sel telur dan kemoterapi.
Jika hal itu tidak dilakukan secara rutin, maka sangat mengancam jiwanya lantaran kanker tersebut masuk tahap 1B dimana virus menjalar ke bagian mulut rahim.
Sekarang, malah stadium empat.
Jupe pun lebih memilih merelakan harta bendanya terkuras ketimbang nyawanya.
Melalui sebuah tayangan infotaiment yang diunggah oleh sebuah channel gosip @Lambe_Ngisor, artis Ruben Onsu (33) membenarkan jika sahabatnya itu kini nyaris fakir karena penyakitnya.
Sambil terisak, Ruben menceritakan, saking tak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, Jupe pun harus mengirit makan hingga dikirimi makanan.
"Makannya ampe ngirit-ngirit gitu. Iyya, pakai jengkol doang. Terus, elo mau makan apa, ampe gue kirim-in," tutur Ruben yang tak sanggup lagi membendung air matanya.
Akibat masalah keuangan membelit, Jupe ternyata tak hanya harus mengirit makan sehari-hari.
Mantan istri pesepakbola Gaston Castano tersebut harus menerima kenyataan dikejar-kejar debt collector (tukang tagih) lantaran menunggak pembayaran cicilan mobil MPV premium merek Toyota Alphard.
Ruben malah sempat tak percaya jika Jupe mengalami hal itu sehingga sempat berusaha mengonfirmasi langsung.
Namun, setelah mendengarkan curhat Jupe, kesedihan suami Sarwendah itu justru semakin membuncah.
Ada satu hal yang saya sangat sedih nge-lihatnya karena hari itu saya ajakin Jupe jalan. Makan siang yuk, kita ketemuan yuk, tapi Jupe nggak mau ketemu karena kondisinya di ATM sisa Rp 37 ribu," kata Ruben sambil mengusap air matanya.
Ruben pun meminta Jupe tak khawatir sebab dia akan mentraktirnya.
Namun, apa kata Jupe?
"Nggak ah. Gue nggak mau dikasihan-in," kata Ruben meniru ucapan Jupe.
Memilukannya, saat itu, isi tabungan malah hanya Rp 37 ribu.
Tentu saja uang sejumlah itu tak cukup lagi untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-harinya, membayar cicilan, apalagi biaya pengobatan.
Sebagai solusi, Ruben pun sempat menawari Jupe untuk memberi uang, namun ditolak.
"Kemarin nomor rekeningnya gue dikirim-in, tapi Jupenya nggak mau," kata Ruben melalui sebuah tayangan infotainment.
Padahal, uang dari suami Sarewandah itu bukanlah pinjaman, melainkan hanya sekadar uluran tangan untuk sesama teman.
Jupe lebih memilih meminjam uang kepada ayah tirinya Sammy, senilai ratusan juta rupiah.
"Tapi, dia (Sammy) nggak mau dibilang itu minjem. Papaku marah kalau aku minjem kepada orang lain. Jangan malu-malu-in Yuli (Jupe), masih ada Abi (Sammy). Iya karena kebetulan itu udah jadi ayah saya, ya, akhirnya saya minjem," kata Jupe.
Secara sukarela, Sammy pun memberi uang putri tirinya itu.
"Namanya anak, susah senang, sama-samalah," kata Sammy.
Saat ditanya, berapa nominal uang diberikan, Sammy menolak menyebutkannya.
Dia malah menanggapi melalui tawa.
Sementara, ibu kandung Jupe, Sri Wulansih mengatakan, Jupe merasa sangat terbantu atas uluran tangan ayah tirinya.
"Jupe baru merasakan memiliki sesosok ayah, di saat dia lagi terpuruk, susah. Walaupun dia nggak minta, ada orang yang bantu," ujar Sri.(*)
Sumber : tribun

Mengharukan ! Tunggu Suami Jelang Kelahiran Anak Kedua, Malah Jenazah yang Dipulangkan

By On Maret 21, 2017 with No comments


Usai meluapkan rasa rindunya pada sang suami bernama Pratu Ansar Kurniawan, Fatmawati, kini harus dirundung duka mendalam.







Ansar yang berprofesi sebagai prajurit TNI Angkatan Darat tewas di tangan warga.

Jenazah Ansar, kini telah dimakamkan di kampung halamannya di Pemakaman Islam Desa Pattololang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/3/2017).

Begini Kehidupan Bocah Pramuka yang Tertidur saat Berjualan, Kondisi Keluarganya Sungguh Memprihatinkan

By On Maret 20, 2017 with No comments


Bocah Pramuka yang sedang tertidur pulas di pinggir jalan saat berjualan mengetuk pintu hati banyak orang.







Fotonya yang tersebar di media sosial membuat orang-orang ikut terharu dan banyak yang ingin membantunya.

Dia lah Abil, bocah sekolah dasar (SD) ini yang membuat banyak orang terkesima dengan aktivitas sehari-harinya yang berjualan sepulang sekolah.

Lantas, siapa kah sosok Abil
Ya allah ! Diizinkan Pulang Oleh Dokter Anak Tinggalkan Ayah di Ruang Tunggu RS, Satu Bulan Tak Dijemput

By On Maret 19, 2017 with No comments


Sudah hampir sebulan lelaki paruh baya ini menunggu keluarganya di bangku rumah sakit.

Dia sebenarnya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, namun hingga saat ini keluarganya tak kunjung datang untuk membawanya pulang.







Pria paruh baya itu juag tak lagi tidur di ruangan dimana ia dirawat.

Setelah diperbolehkan pulang, dan dinyatakan tak perlu lagi mendapat penanganan medis, dokter
Umur 4 Tahun Diperkosa, 5 Tahun Disunat, 13 Tahun Dijual, dan Akhirnya, Dia Menyelamatkan Jutaan Orang dengan Kisah Hidupnya!

By On Maret 16, 2017 with No comments


Wow! Wanita yang kuat! Inspiratif banget!
Dia adalah wanita asal Afrika.
Hidup dengan latar belakang pemerkosaan, dikucilkan,
bahkan dijual oleh ayahnya sendiri, tidak membuat wanita bernama Waris Diri ini minder dan bahkan menjadi pahlawan yang mencoret sejarah dunia!








Kisah hidupnya dijadikan sebuah film yang berjudul Desert Flower yang menceritakan bagaiman kisah hidupnya ketika kecil