Kemunculan buaya di sejumlah sungai di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) semakin sering. Beragam kisah tentang buaya pun di sungai-sungai di Bangka terkuak, mulai dari buaya yang menyerang manusia, mati tanpa diketahui penyebab hingga buaya yang doyan makan kerupuk.
Jika beberapa waktu lalu kita menyaksikan sebuah video yang viral bagaimana seorang perempuan di Kalimantan mencuci piring, sementara buaya berada di bawahnya terlihat tidak mengganggu perempuan itu.
Lain pula di Bangka, di Sungai Mancung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, masyarakat dihebohkan dengan adanya buaya makan kerupuk dan bergoyang-goyang di air ketika mendengar musik dambus.
Dari sekian kisah menarik tentang keunikan tingkah buaya, ada kisah menyedihkan dari kondisi buaya di Sungai Bangka Kota Kecamatan Simpang Rimba Bangka Selatan.
Buaya yang ditangkap oleh warga baru-baru ini, ditemukan dalam kondisi menyedihkan. Buaya tersebut memakan bahan-bahan yang tak bisa dicerna seperti plastik, tali dan botol plastik.
Ia alah akun Erwin Djali yang mengungkapkan hal itu di facebook. Ia memposting kondisi buaya yang ditangkap oleh warga memakan benda-benda tersebut.
"Selamat Pagi...
Mohon Izin...nek kampanye pagi-pagi nie..,untuk Bapak-2,Ibu-2,Datuk-2,Datin-2,terutama buat yang Terhormat seluruh Petinggi-2 negeri serumpun sebalai...,BAHWA " Buaye-Buaye " di Pulau BANGKA terancam Habitatnya..,Karena Habitat e lah RUSAK, sehingga Buaye e pun Makan e SAMPAH seperti Plastik,Tutup Botol,Tali dll,..ngapa buaye maken e Sampah...karena makanan e dak de agik,udang dak de agik,kerak dak de agik,ikan dak de agik,aek e keroh....ini semua akibat ulah manusia...karena Aktivitas Tambang dan lain-lainnya...,kasian kek buaye-buaye muara nie...bisa punah..mohon untuk petinggi Negeri di Serumpun Sebalai bisa memikirkan dan membuat kebijakkan untuk Perlindungan Buaye-Buaye nie...sebelum dan sesudah e ku ucapkan mohon maaf dan makase," tulisnya.
Ia mengungkapkan kondisi lingkungan atau habitat buaya di sungai-sungai yang ada di Bangka mulai terancam.
Menurutnya aktivitas tambang membuat habitat buaya rusak dan makanan-makanan buaya menghilang.
Saat dikonfirmasi bangkapos.com, akun Erwin Djali mengungkapkan dirinya mendapat foto tersebut dari Langka Sanie 'Alobi Foundation'.
"Buaye di Bangka kota, Ku dapat info dan foto dari Langka Sanie 'Alobi Foundation'. Ku bantu ngeshare dan Bikin status..Juga lah ku kirim ke pak Gub Babel...di group wa. Sekda babel...juga di group wa...Dan petinggi-2 babel lainnya," katanya menjawab konfirmasi bangkapos.com.
Bagaimana pendapat pembaca?
* Kisah Buaya yang 'Kecanduan' Kerupuk
Hampir setiap hari jembatan Sungai Mancung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian warga.
Mereka penasaran melihat buaya yang kerap muncul di sekitar jembatan tersebut.
Uniknya, buaya-buaya menyantap makanan yang tidak biasa.
Kemunculan reptil ganas ini tentunya sesuatu yang jarang terjadi. Karena biasanya buaya liar sangat jarang menampakan diri.
Berikut fakta-fakta tentang kemunculan buaya Sungai Mancung Kecamatan Kelapa Bangka Barat.
1. Sudah 3 Tahun Mondar-mandir
Kemunculan buaya di Sungai Mancung ini ternyata sudah beberapa tahun ini.
Buaya itu berenang di sekitar jembatan Sungai Mancung.
Warga sengaja berhenti di jembatan untuk melihat penampakan buaya tersebut.
Sejak tiga tahun terakhir, warga kerap melihat beberapa buaya mondar-mandir di sekitar jembatan. Reptil ganas ini menjadi perhatian setelah kedapatan menyantap kerupuk.
2. Suka Kerupuk?
Saat ini, warga Desa Mancung pun sudah tak asing dengan kebiasaan itu (buaya makan kerupuk).
Bahkan sebagian mereka sengaja meluangkan waktu untuk memberikan kerupuk kepada buaya yang di antaranya disebut bernama Amal.
"Kalau warga sini (Mancung-red) sudah biasa ya, tapi kalau dari luar mereka agak aneh dan penasaran kalau ada buaya yang makan kerupuk dan sering nimbul di permukaan sungai. Setiap mereka ke jembatan mereka selalu bawa kerupuk untuk melihat buaya itu," kata Kades Mancung, Karman, Senin (26/11).
3. Berawal dari Kerupuk Kedaluarsa
Menurut Karman, kebiasaan tak lazim bermula saat sejumlah pedagang yang kerap singgah dan membuang kerupuk-kerupuk kedarluarsa ke Sungai Mancung.
Kerupuk-kerupuk itu yang kemudian menjadi santapan buaya.
“Ceritanya pedagang-pedagang kerupuk yang dari Pangkalpinang sering membuang kerupuk yang sudah tak laku ke sungai itu. Jadi sampai sekarang kebiasaan itu terus berlanjut. Bahkan buaya itu lebih doyan kerupuk dari pada daging ayam," ujarnya.
4. Ada Tiga Buaya
Masih menurut Karman, sebulumnya ada tiga buaya yang doyan menyantap kerupuk. Namun seiring waktu dua di antaranya menghilang.
Kades Mancung, Karman mengaku tidak begitu paham penyebab kebiasaan buaya mondar-mandir di sekitar Jembatan Mancung. Hanya saja dia khawatir keberadaan buaya itu mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
"Makanya baru-baru ini kami menggelar pertemuan membahas soal itu untuk diusulkan dipindah tempatkan. Karena khawatir juga, ya, apalagi kadang banyak anak-anak bermain dan melihat di sana,” kata Karman.
5. Jadi Sasaran Selfie
Kebiasan buaya di dekat Jembatan Sungai Mancung dibuktikan seorang netizen yang memposting sebuah video di akun jejaring sosial Facebook (FB).
Selain makan kerupuk, akun FB Aurel Yudhi Haryanto juga mengatakan buaya seakan berjoget saat ada alunan musik dambus.
"Ia (buaya-red) berputar-putar, muncul ke permukaan. Warga pun berbondong-bondong melihatnya, jadi heboh," kata Yudhi, warga Pangkalpinang yang mengaku sedang ada pekerjaan di wilayah Desa Mancung.
Yudhi menambahkan dirinya bahkan sempat berwelfie dengan latar buaya yang sedang muncul di bawah jembatan. Video itu saat ini menjadi viral dan dibagikan sejumlah orang.
"Warga sekitar Mancung Kecamatan Kelapa memang heboh kabar ini. Makanya saya coba pancing pakai kerupuk, ternyata muncul," kata Yudhi.
"Buaya itu sekitar 3 meter ukurannya, mungkin masih remaja, masih anaknya," lanjutnya.
Selain video yang dibuat Yudhi, ada juga video lain yang beredar di FB. Dalam video yang berdurasi sekitar tiga menit itu, terlihat ada seutas tali plastik yang ujungnya diikat kerupuk. Tali itu kemudian dilempar ke sungai dan sedikit dimain-mainkan seperti pancing.
Tidak beberapa lama, bungkusan kerupuk disambar buaya. Beberapa kali reptil itu menyambar dan mengunyah kerupuk. Di penghujung video, terdengar suara yang menyebutkan buaya yang menyambar kerupuk itu merupakan buaya di dekat Jembatan Sungai Mancung. (*)
Sumber : Tribun bangka
